Rabu, 27 Agustus 2014

Pujangga yang Terabaikan

Kepingan kasihmu perlahan menjadi abu
malam itu semakin muram
kau pujangga yang tersisihkan
kau pangeran yang terabaikan

Kau biarkan pelangi menjadi kelabu
tergores cintamu pada pecahan gelas-gelas kaca
tersudut luka itu
dan semakin merintih perih

Lupakan mawar merekah mengharapkan duri
kau tukar tawa menjadi air mata
pujangga yang terlupakan
melupakan rindu mendapatkan sendu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar