Kamis, 31 Juli 2014

Sahabat Selamanya

Cahaya mentari melewati tiap sela dedaunan
jalanan beraspal dan berbata
dedaunan kering terhempas desauan angin
saksi diantara hentakan langkah ini

Gedung bertingkat ini bukanlah yang termewah
namun kemewahan selalu terpancar di tiap sudut hariku
hati yang merindu menanti senyum dan canda itu
merekah menyapa tiap waktu berlalu

Andaikan kebersamaan ini melekat dan tak pernah sirna
andaikan genggaman tangan selalu menyatu
andaikan kehangatan selalu membasuh raga ini
untuk selamanya

Jika pertemuan ini adalah kado teristimewa
jika persahabatan ini adalah bintang yang selalu bersinar
maka sahabat, kalian telah menyempurnakan
tiap detik melebur dalam tiap hari ku disini


: untuk sahabatku

Rabu, 30 Juli 2014

Rapuh

Kumpulan awan menyatu di langit suci
menunjukkan Kuasa pada jiwa yang rapuh
serpihan kenangan menguap sunyi
lelehan air mata langit menetes

Menetes dan terendap dalam retaknya kisah
air mata yang sesungguhnya
mengalir hingga mengering dalam luka
mengalir hingga tertatih lelah

Hampa menyapa
ruang kosong melanda sepi
hanya tetesan air mata itu
menggema menyelusup kalbu


: untuk seseorang wanita disana

Tunggu Aku

Senja mulai menelusuri kebisingan kota
lalu lalang manusia semakin padat
resah angin mengusik
langkah ini ku segerakan lebih cepat

Jiwaku melayang tertuju bayangmu
bisakah waktu terhenti sejenak?
hingga langit tetap terang
hingga debu-debu usik dan berlalu

Tunggu aku
sampai tanah kembali mengering
setelah derasnya curah hujan
sampai embun lahir kembali padamu

Tunggu aku
rajutan kenangan telah ku nantikan
balutan tiap helai nafasmu
mulai menggerogoti batinku

Minggu, 27 Juli 2014

Rindu

Perlahan bayang wajahmu menjadi nyata
anak panah waktu terus bergulir
hingga terdengar suara detak begitu tajam
dalam heningnya malam yang menelusup

tersadar dirimu belum tergantikan dengan sosok lain
rangkaian cerita bersamamu masih melekat dalam hati
entah sampai kapan
sampai kapan bayangmu menjaga roda waktu ini

hingga rindu ini selalu melayang tertuju padamu
rindu yang selalu ada tiap detik hariku
rindu yang tak pernah tertidur meninggalkan jejak ini
mengalun indah, mengikuti irama waktu

Cahaya Pagi

Secangkir harapan kau teguk pagi ini
sepiring semangat kau santap dengan lahap
seulas senyum kau hidangkan pada mentari cerah
membuat bayangan indah menari dalam pikiran

kau siap menata hari ini
dengan hati yang selalu terucap doa
dan tulus menjalani detik waktu yang berlalu
melangkah menyongsong impian dan cita

dengan cinta menghiasi harimu
dari Sang Maha Kuasa
dan selalu ingin menjadi cahaya
yang tak pernah padam














Pengantar Sederhana

Bismillahirrahmaanirrahiim..

melanjutkan sebuah hobi yang sempat "hilang"
menorehkan kata menjadikan sebuah makna
menyatakan isi hati
tetaplah menulis hingga dapat memberikan cahaya
bersinar dan memberi manfaat kepada orang sekitar
kala kata tak mampu terucap
kala lisan tak sanggup mengungkap
hanya dengan tulisan ini dapat ku sampaikan
sebagian hatiku, sebagian jiwaku
ketika sangat ingin menuliskan surat untuk Yang Kuasa
ketika sangat ingin menjadikan abadi
doa-doa dan harapan untuk-Mu
dan imajinasiku,kisahku,perjalanan orang lain
serta apa pun yang menjadi inspirasiku
ku harap yang di sampaikan mempunyai makna
yang dapat membuat hatimu terbawa suasana hatiku
menjadi inspirasi untuk yang lain..