Minggu, 17 Agustus 2014

Saat Hujan Itu

Bayang itu kembali menghampiri ranah hati
mungkin kumpulan awan mendung
atau debu-debu yang di hempaskan angin
membuatmu tegap berdiri memandang pelangi

Mawar dalam beningnya kaca
meratap layu terkubur sendu
hilang
sekejap semua berlalu

Kau tak mampu merubah warna dunia
kau tak mampu meredakan amarah
saat itu
hujan menjadi badai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar