Rabu, 30 Juli 2014

Tunggu Aku

Senja mulai menelusuri kebisingan kota
lalu lalang manusia semakin padat
resah angin mengusik
langkah ini ku segerakan lebih cepat

Jiwaku melayang tertuju bayangmu
bisakah waktu terhenti sejenak?
hingga langit tetap terang
hingga debu-debu usik dan berlalu

Tunggu aku
sampai tanah kembali mengering
setelah derasnya curah hujan
sampai embun lahir kembali padamu

Tunggu aku
rajutan kenangan telah ku nantikan
balutan tiap helai nafasmu
mulai menggerogoti batinku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar